mengenal teknologi finger scan dalam layar

Mengenal Teknologi Finger Scan Dalam Layar

Mengenal Teknologi Finger Scan Dalam Layar. Hai Sobat KangMus, Pastinya kalian masih tetep stay tune di blog ini ya… Perlu kita ketahui, dengan dimulainya era layar ponsel dengan mode bezel-less, proporsi layar smartphone juga berkembang. Hal ini juga menjadi tantangan terbaru dari vendor smartphone untuk mengembangkan teknologinya. Semua vendor pasti berupaya untuk membuat desain smartphone mereka se-ergonomis mungkin.

Dengan berkembangnya tren baru terkait rasio layar, vendor smartphone berupaya mengubah desain tataletak sepereti tombol home, finger scan dan lainnya. Ini bertujuan agar tren rasio layar tetap bisa dibenamkan, tetapi dimensi smartphone mereka tidak bertambah panjang.  Akan tetapi mereka juga tetap menimbang sisi ergonomis dari desain baru mereka. Bagian yang paling terkena dampak langsung adalah tombol home dan juga finger scan.

Direkomendasikan

Tutorial Unbrick Redmi 5 Plus Dengan Test Point

Mengenal Teknologi Finger Scan Dalam Layar

Sebenarnya teknologi lain seperti face-unlock, retina unlock adalah salah satu alternatif pengganti finger scan. Tetapi pada penerapannya, biaya yang dibutuhkan juga cukup tinggi. Selain itu teknologi yang masih dikembangkan juga belum maksimal. Ini memberikan hasil yang kurang akurat.

Bulan Juni 2017, Vivo teknologi merilis pemindaian sidik jari menggunakan layar. Teknologi ini dikembangkan oleh Qualcomm dan Vivo Technology. Sensor Finger scan ini sebenarnya bukan terdapat pada layar, melainkan berada di bawah layar. Vovo menggunakan teknologi Ultrasound untuk menembus material layar untuk mengidentifikasi layar. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi kotoran pada sensor seperti debu, minyak, maupun keringat. Sayangnya teknologi ini baru bisa diterapkan pada smartphone dengan layar OLED.

mengenal teknologi finger scan dalam layar

teknologi finger scan pada permukaan layar

Perlu diketahui, kebanyakan smartphone saat ini masih menggunakan layar LCD. Ini dikarenakan biaya yang dibutuhkan OLED lebih mahal dan layar OLED mudah terbakar.

Dari sisi teknis, Sidik jari bisa dibuka dengan cara ultrasonik, kapasitif, optik, thermal dan lainnya. Perangkat kecil seperti smartphone, kapasitif menjadi pilihan utama karena ukurannya kecil dan biaya yang relatif murah.

Jika vendor mengejar desain yang tipis, maka pilihan utama tetap pada teknologi ultrasonik atau sensor optik. Ini dikarenakan teknologi selain tersebut di atas memiliki dimensi yang cukup tebal. Akan tetapi teknologi Ultrasonik dan optical masih memiliki beberapa kekurangan yang akan kita bahas pada paragraf di bawah ini.

Kekurangan Teknologi Finger Scan Dalam Layar

  1. Konsumsi daya yang cukup tinggi.
  2. Volume yang cukup besar.
  3. Akurasi yang kurang terpercaya.
  4. Biaya produksi yang relatif mahal.

Demikian informasi tentang Mengenal Teknologi Finger Scan Dalam Layar. Jika anda memiliki informasi tambahan terkait artikel ini, silahkan tambahkan melalui kolom komentar di bawah ini.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.